PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang telah berupaya mengantisipasi makin maraknya pembangunan tower. Salah satunya dengan kebijakan pembangunan tower bersama yang bertujuan meminimalisir pesatnya pembangunan tower.
Namun, sampai saat ini kebijakan yang rencananya dituangkan dalam sebuah peraturan daerah (perda) tersebut belum juga terwujud. Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Palembang, Sumarno mengatakan pengajuan raperda tentang tower bersama tersebut masih sebatas wacana saja.Sebab hingga saat ini draft perad tersebut masih belum masuk ke banleg.
“Memang sempat ada wacana pembahasan tentang perda itu. Tetapi sejuah ini belum masuk drafnya ke banleg,” ujar Sumarno kepada SINDO,kemarin. Secara teknis pembahasan draft tentang perda tersebut ada di Komisi III DPRD Kota Palembang. Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang,Barli Tarmi Utama mengatakan, perda yang mengatur tentang tower bersama itu merupakan inisiatif dari Pemkot Palembang.
“Namun sampai sekarang di komisi III sendiri belum ada draf raperda tersebut, ”bebernya. Barli mengatakan, Pemkot sedang menyiapkan raperda yang mengatur tentang pembangunan menara (tower) Base Transceiver Station (BTS). Perda itu diharapkan dapat menjadi payung hukum terhadap rencana pemkot yang akan melakukan penertiban terhadap berdirinya BTS-BTS di Kota Palembang.
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sumsel,Permana mengatakan, pembangunan tower tak perlu dibatasi. Hanya saja tata letaknya yang harus disesuaikan agar tak menganggu kepentingan umum. “Mungkin untuk tower di perkotaan bisa diletakan di pinggiran kota. Sehingga tak menganggu layanan publik, misalnya tower di wilayah Demang Lebar Daun yang cukup mengganggu penerbangan,” jelas Permana.
Dia berharap kepada operator jangan terlalu mengandalkan benefit, tapi perlu dipikirkan juga aspek sosialnya terhadap masyarakat. “Kalau mereka berorientasi pada benefit,maka mereka cenderung bangun di kota karena konsumen terbanyak mereka ada di kota,”katanya. Saat ini, kata Permana, yang perlu dilakukan adalah melakukan pemerataan layanan komunikasi itu di wilayah pedesaan.“Sekarang yang di desa yang masih sangat kurang,kenapa di desa tak difasilitasi,” imbuhnya.
Permana menyambut baik adanya peraturan daerah yang mengatur soal pembangunan tower bersama yang digagas Pemkot Palembang. Menurut dia yang perlu diatur dalam perda tersebut adalah tata letak tower dan pasal pasal perjanjian kerjasama. Sehingga tak merugikan masyarakat mapun pemerintah sendiri.
“Misalnya jangan ada unsur monopoli pada satu operator saja. Silahkan saja dibuka seluas mungkin semua bekesempatan untuk berinvestasi,”kata dia. Dia mengatakan semakin banyak kompetitor maka layanan yang akan disediakan operator kepada masyarakat akan lebih baik. Dengan begitu akses komunikasi dan informasi akan lebih mudah dan murah.
“Kalau layanannya tidak bagus, maka akan tergilas oleh masyarakat sendiri, karena masyarakat akan memilih mana yang terbaik,”kata dia. Menurutnya, inti layanan operator itu ingin memfasilitasi masyarakat dalam melakukan komunikasi secara efektif dan efisien. Selaian itu kebutuhan komunikasi dan informasi sudah tak bisa dibendung lagi.
Senin, 20 September 2010
Triwulan III,Pertumbuhan Ekonomi Sumsel 5,9%
Bank Indonesia Cabang Palembang mencatat,laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan secara statistik hingga triwulan III/2010 5,9% plus minus satu,relatif meningkat dibandingkan dengan posisi triwulan II tahun lalu.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Cabang Palembang Faturachman memprediksikan, triwulan IV/2010, pertumbuhan ekonomi Sumsel bisa menyentuh angka 6%.“Secara umum memang kondisi perekonomian Sumsel terbilang cukup baik dengan perkembangan yang sangat signifikan. Namun, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi akan melambat jika nilai tukar rupiah terus menerus menguat,”katanya.
Dia menjelaskan,ada beberapa faktor penting yang mengakibatkan membaiknya sektor perekonomian Sumsel, di antaranya terus membaiknya harga komoditas unggulan Sumsel seperti karet, kopi dan sawit.Kondisi tersebut jelas sangat berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan petani Sumsel dan berimbas terhadap naiknya minat serta daya beli masyarakat. “Meskipun harga sembako saat ini terus melonjak, namun tidak memberikan pengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Ya, masyarakat tetap melakukan pembelian, kendatipun harganya membumbung tinggi,”kata Fatur. Bukan itu saja, beber dia, rendahnya nilai inflasi yang saat ini berada diangka 4,86% juga memicu bertumbuhnya perekonomian Sumsel. Berbeda pada semester III/2010, dimana angka inflasi Sumsel berada dikisaran 5,24%.Tingginya angka inflasi pada waktu itu dipengaruhi tingginya harga sembako seperti cabe maupun beras. Menurut dia, hingga akhir tahun ini angka inflasi bisa berada diposisi kurang dari 5,1%.
Terkait soal tingginya transaksi menjelang Lebaran tahun ini,lanjut dia,sebenarnya kondisi seperti itu adalah lumrah terjadi setiap tahunnya,karena termasuk dalam trend musiman atau situasional.Tentu saja imbasnya akan berdampak pada penguatan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan IV nanti. “Pada semester IV nanti diprediksikan pertumbuhan ekonomi Sumsel berada diangka 6%.
Lebaran itu kan termasuk dalam trend musiman yang terjadi setiap tahunnya, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,”katanya. Fatur menjelaskan, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika beberapa hari terakhir ternyata dapat menjadi salah satu indikator penghambat pertumbuhan ekonomi Sumsel.Dalam jangka panjang, penguatan nilai tukar memengaruhi besaran nilai ekspor ke negara lain.
”Bayangkansajajikarupiahterus menguat, otomatis akan terjadi pengurangan nilai ekspor kita ke luar negeri karena daya beli berkurang. Padahal,secara umum andalan ekspor Sumsel bersumber dari komoditi perkebunan dan pertanian,”ujar Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Cabang Palembang Faturachman, di Palembang kemarin. Selain dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar, kata dia, dua faktor penghambat lainnya adalah kebijakan kenaikan atas Tarif Dasar Listrik (TDL) yang diberlakukan pemerintah Juli lalu.
Kebijakan tak populer ini cenderung membuat cost produksi yang dikeluarkan semakin tinggi dibandingkan dengan kondisi sebelumnya serta indikator perubahan dari iklim cuaca. Dari sisi perubahan iklim cuaca, kata dia, akan berimbas ke sektor ekonomi yang dapat mengakibatkan rendahnya produksi hasil komoditi petani seperti karet, sawit maupun kopi. “Tiga faktor inilah yang memicu sedikit memperlambat laju pertumbuhan ekonomi di Sumsel,”jelasnya.
Deputi Pemimpin BI Cabang Palembang Bambang Wibisono menilai,dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berpotensi sebagai pemicu turunnya nilai harga komoditi ekspor Sumsel. “Nah, kondisi seperti ini eksportir yang dirugikan. Sementara importir yang diuntungkan,” katanya. Secara terpisah,Ekonom Sumsel Amidi berasumsi,akibat rupiah menguat terhadap mata uang Amerika, penerimaan eksportir dari hasil ekspor dalam nilai menjadi kian sedikit.
Tentunya,hal ini akan berimbas terhadap aksi eksportir yang akan membeli komoditi dengan harga yang murah untuk mempertahankan keuntungannya. Sedangkan dari sisi petani akan timbul keengganan untuk menjual komoditinya, akibat dari harga jual yang rendah.“Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar ini hanya sebatas memengaruhi nilai harga komoditi ekspor Sumsel. Sementara daya beli masyarakat akan semakin bertumbuh menginggat sedikit menurunnya harga sejumlah barang-barang,”katanya.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Cabang Palembang Faturachman memprediksikan, triwulan IV/2010, pertumbuhan ekonomi Sumsel bisa menyentuh angka 6%.“Secara umum memang kondisi perekonomian Sumsel terbilang cukup baik dengan perkembangan yang sangat signifikan. Namun, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi akan melambat jika nilai tukar rupiah terus menerus menguat,”katanya.
Dia menjelaskan,ada beberapa faktor penting yang mengakibatkan membaiknya sektor perekonomian Sumsel, di antaranya terus membaiknya harga komoditas unggulan Sumsel seperti karet, kopi dan sawit.Kondisi tersebut jelas sangat berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan petani Sumsel dan berimbas terhadap naiknya minat serta daya beli masyarakat. “Meskipun harga sembako saat ini terus melonjak, namun tidak memberikan pengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Ya, masyarakat tetap melakukan pembelian, kendatipun harganya membumbung tinggi,”kata Fatur. Bukan itu saja, beber dia, rendahnya nilai inflasi yang saat ini berada diangka 4,86% juga memicu bertumbuhnya perekonomian Sumsel. Berbeda pada semester III/2010, dimana angka inflasi Sumsel berada dikisaran 5,24%.Tingginya angka inflasi pada waktu itu dipengaruhi tingginya harga sembako seperti cabe maupun beras. Menurut dia, hingga akhir tahun ini angka inflasi bisa berada diposisi kurang dari 5,1%.
Terkait soal tingginya transaksi menjelang Lebaran tahun ini,lanjut dia,sebenarnya kondisi seperti itu adalah lumrah terjadi setiap tahunnya,karena termasuk dalam trend musiman atau situasional.Tentu saja imbasnya akan berdampak pada penguatan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan IV nanti. “Pada semester IV nanti diprediksikan pertumbuhan ekonomi Sumsel berada diangka 6%.
Lebaran itu kan termasuk dalam trend musiman yang terjadi setiap tahunnya, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,”katanya. Fatur menjelaskan, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika beberapa hari terakhir ternyata dapat menjadi salah satu indikator penghambat pertumbuhan ekonomi Sumsel.Dalam jangka panjang, penguatan nilai tukar memengaruhi besaran nilai ekspor ke negara lain.
”Bayangkansajajikarupiahterus menguat, otomatis akan terjadi pengurangan nilai ekspor kita ke luar negeri karena daya beli berkurang. Padahal,secara umum andalan ekspor Sumsel bersumber dari komoditi perkebunan dan pertanian,”ujar Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Cabang Palembang Faturachman, di Palembang kemarin. Selain dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar, kata dia, dua faktor penghambat lainnya adalah kebijakan kenaikan atas Tarif Dasar Listrik (TDL) yang diberlakukan pemerintah Juli lalu.
Kebijakan tak populer ini cenderung membuat cost produksi yang dikeluarkan semakin tinggi dibandingkan dengan kondisi sebelumnya serta indikator perubahan dari iklim cuaca. Dari sisi perubahan iklim cuaca, kata dia, akan berimbas ke sektor ekonomi yang dapat mengakibatkan rendahnya produksi hasil komoditi petani seperti karet, sawit maupun kopi. “Tiga faktor inilah yang memicu sedikit memperlambat laju pertumbuhan ekonomi di Sumsel,”jelasnya.
Deputi Pemimpin BI Cabang Palembang Bambang Wibisono menilai,dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berpotensi sebagai pemicu turunnya nilai harga komoditi ekspor Sumsel. “Nah, kondisi seperti ini eksportir yang dirugikan. Sementara importir yang diuntungkan,” katanya. Secara terpisah,Ekonom Sumsel Amidi berasumsi,akibat rupiah menguat terhadap mata uang Amerika, penerimaan eksportir dari hasil ekspor dalam nilai menjadi kian sedikit.
Tentunya,hal ini akan berimbas terhadap aksi eksportir yang akan membeli komoditi dengan harga yang murah untuk mempertahankan keuntungannya. Sedangkan dari sisi petani akan timbul keengganan untuk menjual komoditinya, akibat dari harga jual yang rendah.“Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar ini hanya sebatas memengaruhi nilai harga komoditi ekspor Sumsel. Sementara daya beli masyarakat akan semakin bertumbuh menginggat sedikit menurunnya harga sejumlah barang-barang,”katanya.
H+8 Penumpang Kereta Mulai Menurun
Memasuki H+8 Idul Fitri,jumlah penumpang kereta di Stasiun Besar Kertapati Palembang mulai menurun. Puncak arus balik, yang diprediksi akan terjadi pada H+7 dan H+8, tidak terjadi.Tahun ini, puncak arus balik telah terjadi pada H+2 lebaran.
Kepala Stasiun Besar Kertapati Palembang Fahmi mengatakan, pada H+2 tercatat,jumlah penumpang kereta di stasiun Kertapati Palembang telah mencapai 7.200 orang. Jumlah ini, dinilai mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni hanya sebanyak 6.186 orang. “Semula kita memperkirakan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, karena bertepatan dengan akhir liburan sekolah.Ternyata, prediksi tersebut meleset.
Sebab,nyatanya arus penumpang tertinggi telah terjadi pada H+2 lalu, saat orang-orang sudah mulai masuk kerja lagi,” ujar Fahmi di Posko Angkutan Lebaran 2010 pada Stasiun Besar Kertapati Palembang,kemarin. Fahmi memaparkan, pada masa arus mudik dan arus balik tahun ini, total penumpang yang berangkat ataupun yang tiba di Stasiun Kertapati Palembang sejak H- 10 atau 31 Sepetember 2010 hingga kemarin telah mencapai 82.988 orang.
Hingga pukul 15.00 WIB,kemarin tercatat jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Kertapati Palembang tujuan Stasiun Tanjung Karang Lampung sebanyak 888 orang. Sedangkan untuk tujuan Lubuk Linggau sebanyak 860 orang.Jumlah ini terus mengalami penurunan jika di bandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
“Namun, jumlah ini belum ditambah dengan jumlah penumpang dari kelas bisnis dan eksekutif yang berangkat pada malam hari. Angka tersebut hanya berasal dari jumlah penumpang pagi hari dari kelas ekonomi. Masing-masing untuk kereta Express Raja Basa tujuan Lampung dan Serelo 2 tujuan Lubuk Linggau,”imbuhnya.
Kepala Stasiun Besar Kertapati Palembang Fahmi mengatakan, pada H+2 tercatat,jumlah penumpang kereta di stasiun Kertapati Palembang telah mencapai 7.200 orang. Jumlah ini, dinilai mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni hanya sebanyak 6.186 orang. “Semula kita memperkirakan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, karena bertepatan dengan akhir liburan sekolah.Ternyata, prediksi tersebut meleset.
Sebab,nyatanya arus penumpang tertinggi telah terjadi pada H+2 lalu, saat orang-orang sudah mulai masuk kerja lagi,” ujar Fahmi di Posko Angkutan Lebaran 2010 pada Stasiun Besar Kertapati Palembang,kemarin. Fahmi memaparkan, pada masa arus mudik dan arus balik tahun ini, total penumpang yang berangkat ataupun yang tiba di Stasiun Kertapati Palembang sejak H- 10 atau 31 Sepetember 2010 hingga kemarin telah mencapai 82.988 orang.
Hingga pukul 15.00 WIB,kemarin tercatat jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Kertapati Palembang tujuan Stasiun Tanjung Karang Lampung sebanyak 888 orang. Sedangkan untuk tujuan Lubuk Linggau sebanyak 860 orang.Jumlah ini terus mengalami penurunan jika di bandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
“Namun, jumlah ini belum ditambah dengan jumlah penumpang dari kelas bisnis dan eksekutif yang berangkat pada malam hari. Angka tersebut hanya berasal dari jumlah penumpang pagi hari dari kelas ekonomi. Masing-masing untuk kereta Express Raja Basa tujuan Lampung dan Serelo 2 tujuan Lubuk Linggau,”imbuhnya.
Akses Tulung Selapan Terisolasi
Kerusakan jalan menuju kecamatan Tulung Selapan,OKI semakin parah. Kondisinya pun kian memprihatinkan.Jalan utama menuju kecamatan tersebut saat ini sudah berubah menjadi kolam.
Akibatnya wargapun banyak mengeluh karena biaya semakin tinggi. Bus umum terpaksa membawa pompa air dan beramai-ramai memompa air sekitar 4 jam untuk bisa melewati jalan tersebut. Sementara dua jalur alternatif sama sekali tidak bisa dipakai karena juga berubah menjadi sungai dan seperti kubangan kerbau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan jalan utama Desa Lbung Batang Kecamatan Pangkalan Lampam hingga menuju ibukota kecamatan Tulkung Selapan mengalami rusak parah sepanjang sekitar 3 kilometer.Tepatnya setelah POM Bensin hingga tak jauh dari Polsek Tl Selapan.Badan jalan amblas setinggi sepeda motor RX King. BHahkan di beberapa titik kedalaman mencapai 130 cm.
Dinas PU Bina Marga Kabupaten dinilai menutup mata terhadap masalah tersebut karena dibiarkan terus berlarut-larut. Tokoh masyarakat Tulung Selapan Ajar Etikana mengatakan, dua jalur alternatif sudah putus total.Yakni ruas Simpang Lebung Gajah–Selapan berubah menjadi kubangan kerbau dan ruas Pulau Beruang–Selapan sudah terendam air dan sama sekali tidak bisa dilalui, maka warga berupaya menembus ruas jalan utama. ”Air sudah memenuhi lubang jalan.
Makanya warga membawa mesin air dan menyedot air supaya badan mengering dan bisa dilalui,’’ ujarnya serayamenambahkan, Minggu pagi, sejak pukul 06.00 WIIB sejumlah warga membawa 2 mesin air dan maju setahap demi setahap menyedot air sekadar supaya bus bisa lewat. Sampai pukul 11.30 WIB barulah mereka keluar dengan selamat dari kerusakan sepanjang 3 km tersebut.Itupun para penumpang tidak bias duduk di dalam kendaraan melainkan berjalan kaki karena takut mobilnya terbalik saat melintas jalan yang baru disedot.
“Bahkan kami prediksikan dua hari ke depan semua bus angkutan umum harus membawa masing-masing 1 mesin air jika nekat masih mau masuk Selapan. Umumnya kendaraan dari luar yang masuk berisi barangdagangan,’’ jelasnya. Warga lainnya,Yanto mengatakan, Dinas PU OKI sepertinya main-main dalam mengatasi jalan mereka.
“Sebelum puasa kami sudah bersiap-siap mau demo, tetapi difasilitasi. Setelah bertemu DPRD dan Dinas PU OKI dijanjikan dalam hari alat sudah turun ke jalan.Kenyataannya, setelah 5 kali 3 hari alat baru turun dan itupun sebentar. Libur lebaran sampai hari inisemua alat sudah tidak ada lagi di lokasi,’’ imbuhnya. Menurut dia,warga sudah berbuat banyak.“Kami beli koral sendiri dan menimbun jalan.Kira-kira sudah 23 juta habis untuk menimbun tetapi tak bisa mengatasi.
Sementara Dinas PU seperti ini. Kalau dalam satu pekan ke depan masih didiamkan seperti ini, kami akan demo,’’ ujarnya sengit. Sementara itu,Anggota DPRD OKI asal Tulung Selapan Sang Dewi Rusmin Nuryadin mengaku kesal dengan kondisi ini. ”Beginilah kenyataannya.
Ketiga jalan tembus rusak dan warga kian terisolir.Kita belum tau pemecahan tercepat seperti apa. Yang jelas, sekarang saja harga bensin sudah mencapai Rp7.000 per liter. Bayangkan gejolak ekonomi nantinya jika jalan benarbenar putus,’’ keluhnya.
Akibatnya wargapun banyak mengeluh karena biaya semakin tinggi. Bus umum terpaksa membawa pompa air dan beramai-ramai memompa air sekitar 4 jam untuk bisa melewati jalan tersebut. Sementara dua jalur alternatif sama sekali tidak bisa dipakai karena juga berubah menjadi sungai dan seperti kubangan kerbau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan jalan utama Desa Lbung Batang Kecamatan Pangkalan Lampam hingga menuju ibukota kecamatan Tulkung Selapan mengalami rusak parah sepanjang sekitar 3 kilometer.Tepatnya setelah POM Bensin hingga tak jauh dari Polsek Tl Selapan.Badan jalan amblas setinggi sepeda motor RX King. BHahkan di beberapa titik kedalaman mencapai 130 cm.
Dinas PU Bina Marga Kabupaten dinilai menutup mata terhadap masalah tersebut karena dibiarkan terus berlarut-larut. Tokoh masyarakat Tulung Selapan Ajar Etikana mengatakan, dua jalur alternatif sudah putus total.Yakni ruas Simpang Lebung Gajah–Selapan berubah menjadi kubangan kerbau dan ruas Pulau Beruang–Selapan sudah terendam air dan sama sekali tidak bisa dilalui, maka warga berupaya menembus ruas jalan utama. ”Air sudah memenuhi lubang jalan.
Makanya warga membawa mesin air dan menyedot air supaya badan mengering dan bisa dilalui,’’ ujarnya serayamenambahkan, Minggu pagi, sejak pukul 06.00 WIIB sejumlah warga membawa 2 mesin air dan maju setahap demi setahap menyedot air sekadar supaya bus bisa lewat. Sampai pukul 11.30 WIB barulah mereka keluar dengan selamat dari kerusakan sepanjang 3 km tersebut.Itupun para penumpang tidak bias duduk di dalam kendaraan melainkan berjalan kaki karena takut mobilnya terbalik saat melintas jalan yang baru disedot.
“Bahkan kami prediksikan dua hari ke depan semua bus angkutan umum harus membawa masing-masing 1 mesin air jika nekat masih mau masuk Selapan. Umumnya kendaraan dari luar yang masuk berisi barangdagangan,’’ jelasnya. Warga lainnya,Yanto mengatakan, Dinas PU OKI sepertinya main-main dalam mengatasi jalan mereka.
“Sebelum puasa kami sudah bersiap-siap mau demo, tetapi difasilitasi. Setelah bertemu DPRD dan Dinas PU OKI dijanjikan dalam hari alat sudah turun ke jalan.Kenyataannya, setelah 5 kali 3 hari alat baru turun dan itupun sebentar. Libur lebaran sampai hari inisemua alat sudah tidak ada lagi di lokasi,’’ imbuhnya. Menurut dia,warga sudah berbuat banyak.“Kami beli koral sendiri dan menimbun jalan.Kira-kira sudah 23 juta habis untuk menimbun tetapi tak bisa mengatasi.
Sementara Dinas PU seperti ini. Kalau dalam satu pekan ke depan masih didiamkan seperti ini, kami akan demo,’’ ujarnya sengit. Sementara itu,Anggota DPRD OKI asal Tulung Selapan Sang Dewi Rusmin Nuryadin mengaku kesal dengan kondisi ini. ”Beginilah kenyataannya.
Ketiga jalan tembus rusak dan warga kian terisolir.Kita belum tau pemecahan tercepat seperti apa. Yang jelas, sekarang saja harga bensin sudah mencapai Rp7.000 per liter. Bayangkan gejolak ekonomi nantinya jika jalan benarbenar putus,’’ keluhnya.
Selasa, 15 Desember 2009
Obrolan Seputar Kontes
Percakapan antara Pariman dengan Daryo di warung makannya mbok Kasem. Man sekarang ini lagi ramai-ramainya kontes seo di intenet kata Daryo mengawali pembicaraan kepada Pariman sambil menghisah rokok 76nya. Iya Yo, saya sendiri juga ikutan kontes yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina dengan keyword kerja keras adalah energi kita, kalau kamu ikut gak YO? Tanya Pariman kepada Daryo.
Ya ikut lah Man... Orang acara kontes yang saya tunggu-tunggu dari dulu, setiap ada kontes apapun kalau saya denger pasti ikut Man, belum selesai kontes yang diadakan oleh PT. Pertamina, sudah ada kontes lagi, kamu tahu gak Man? Tanya Daryo pada kariman.
Gak tahu saya Yo... Emang ada kontes seo apa lagi sih? Tanya Kariman kepada Daryo. Baru menjelang pertengahan kontes pertamina, saya mendengar informasi dari kawan-kawan ngeblog bahwa ada kontes kecik-kecilan yang diselenggarakan oleh mbah gendeng untuk menyambut hari ulang tahunnya yang ke 23 pada tanggal 21 januari 2010 nanti Man.
Hadiahnya juga lumayan ko Man, hadiahnya selain uang juaga ada yang lainnya, seperti batu akik dan buluh perindu. Dan katanya sih kalau batu akik boleh minta langsung sama mbah gendeng dengan gratis katanya.
Terus persyaratannya gimana itu Yo? Tanya Kariman kepada Daryo. Persyaratan yang wajib adalah kita harus memasang script yang teleh ditentukan oleh mbah gendeng, di blognya mbah gendeng ada kok Man. Dan untuk artikelnya bebas, terserah kita mau nulis apa, boleh masalah SBY, percintaan kita, politik, pendidikan, pokoknya artikelnya bebas Man, kata Daryo sambil minum kopi.
Kalau pendaftarannya gimana caranya YO? Tanya kariman kepada Daryo lagi. Pendaftarannya cukup dengan mendaftarkan artikel url kita di komen blognya mbah gendeng, nanti pasti ada jawaban kok Man. Dan pendaftarannya ditutup satu hari sebelum pengumuman, yaitu pada tanggal 20 januari 2010 Man, jadi kalau kamu berminat masih banyak waktu dan kesempatan untuk mendaftarkan artikel kontes blog kamu Man, siapa tahu kamu menang.
Waduh malah saya telat informasi kontesnya mbah gendeng ni, kalau gitu saya pulang dulu ya YO, mau buat artikel kontesnya mbah gendeng sekalian mau daftar ikutan kontes, iseng-iseng lah... Kali aja menang, dan tolong kopi saya dibayarin dulu ya Yo, nanti sore saya ganti, soalnya dompet saya ketinggalan di rumah, kata Kariman sambil meninggalkan Daryo dan warungnya mbok kasem.
Sumber : Gado-gado Informasi
Ya ikut lah Man... Orang acara kontes yang saya tunggu-tunggu dari dulu, setiap ada kontes apapun kalau saya denger pasti ikut Man, belum selesai kontes yang diadakan oleh PT. Pertamina, sudah ada kontes lagi, kamu tahu gak Man? Tanya Daryo pada kariman.
Gak tahu saya Yo... Emang ada kontes seo apa lagi sih? Tanya Kariman kepada Daryo. Baru menjelang pertengahan kontes pertamina, saya mendengar informasi dari kawan-kawan ngeblog bahwa ada kontes kecik-kecilan yang diselenggarakan oleh mbah gendeng untuk menyambut hari ulang tahunnya yang ke 23 pada tanggal 21 januari 2010 nanti Man.
Hadiahnya juga lumayan ko Man, hadiahnya selain uang juaga ada yang lainnya, seperti batu akik dan buluh perindu. Dan katanya sih kalau batu akik boleh minta langsung sama mbah gendeng dengan gratis katanya.
Terus persyaratannya gimana itu Yo? Tanya Kariman kepada Daryo. Persyaratan yang wajib adalah kita harus memasang script yang teleh ditentukan oleh mbah gendeng, di blognya mbah gendeng ada kok Man. Dan untuk artikelnya bebas, terserah kita mau nulis apa, boleh masalah SBY, percintaan kita, politik, pendidikan, pokoknya artikelnya bebas Man, kata Daryo sambil minum kopi.
Kalau pendaftarannya gimana caranya YO? Tanya kariman kepada Daryo lagi. Pendaftarannya cukup dengan mendaftarkan artikel url kita di komen blognya mbah gendeng, nanti pasti ada jawaban kok Man. Dan pendaftarannya ditutup satu hari sebelum pengumuman, yaitu pada tanggal 20 januari 2010 Man, jadi kalau kamu berminat masih banyak waktu dan kesempatan untuk mendaftarkan artikel kontes blog kamu Man, siapa tahu kamu menang.
Waduh malah saya telat informasi kontesnya mbah gendeng ni, kalau gitu saya pulang dulu ya YO, mau buat artikel kontesnya mbah gendeng sekalian mau daftar ikutan kontes, iseng-iseng lah... Kali aja menang, dan tolong kopi saya dibayarin dulu ya Yo, nanti sore saya ganti, soalnya dompet saya ketinggalan di rumah, kata Kariman sambil meninggalkan Daryo dan warungnya mbok kasem.
Sumber : Gado-gado Informasi
Langganan:
Entri (Atom)
